Melayani Allah Melalui Sesama

Kamis, 10 Agustus 2016 | Pesta St. Laurensius

Melayani Allah Melalui Sesama

Renungan-Katolik.com – Seorang anak kecil ‘tertangkap basah’ mencuri obat di sebuah apotik. Tatkala si penjaga memarahi si anak, seorang bapak penjual makanan melerai. Si anak mengaku berani berbuat demikian untuk ibunya yang tengah sakit.

Bapak tersebut, bukannya hendak turut memarahi, sebaliknya membayar obat-obatan yang dicuri. Ditambah sebungkus makanan dari warungnya, untuk si anak. Dengan malu, dia menerima bantuan si bapak dan lekas-lekas pergi.

Dalam kurun waktu beberapa lama, si bapak yang baik hati itu terkena sakit parah. Biaya perobatan yang cukup mahal mendorong anak tunggalnya untuk menjual rumah dan warung mereka.

Ketika si bapak selesai mendapat perawatan hingga kondisinya membaik, anaknya mendapati tagihan biaya perobatan menjadi nol atau gratis. Ia pun heran. Satu pesan tambahan dalam surat tagihan tersebut bahwa “Seluruh biaya perobatan telah lunas dibayar dengan tiga botol obat dan sebungkus sup”.

Sahabat RK! Kisah di atas adalah pengalaman nyata Prajak Arunthong. Seorang dokter di Thailand, yang terkenal dermawan memberi perobatan bagi orang-orang tak mampu. Kebaikan yang dia terima dari seorang pemilik warung terus menginspirasi hidupnya. Dan inspirasi tersebut pun dia tularkan bagi sesama. Sehingga pas sekali satu video inspiratif tentang kisahnya diberi judul: “Memberi adalah Komunikasi Terbaik.”

Dalam renungan pagi ini, kita tidak hanya digugah untuk melayani Allah melalui sesama kita. Namun lebih dari itu, kita juga disadarkan bahwa pemberian Allah, meskipun kerap kita pandang tak nyata, sungguh ada dalam kehidupan kita.

Nafas kehidupan, kasih orangtua dan saudara, serta rezeki yang kita peroleh, dan banyak lagi. Hendaknya semua ini menjadi pembakar semangat mewartakan kabar sukacita Allah. Mari kita mulai dari insan terdekat dengan kita.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: 2Kor. 9:6-10

Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

 

Mazmur:  Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9

 

Bacaan Injil: Yoh. 12:24-26

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

http://www.activistpost.com/
http://www.activistpost.com/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s