Jangan Menjadi Batu Sandungan

Senin, 8 Agustus 2016 |  Peringatan Wajib  St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah

Jangan Menjadi Batu Sandungan

Renungan-Katolik.com – Bepergian ke kota Kabanjahe selalu menyenangkan bagi saya. Tidak hanya menikmati udara segar nan sejuk, namun juga mendapati pengalaman menarik. Termasuk diantaranya tatkala mendapati seorang bapa tua membayar pajak sepeda motornya.

Hal yang menggelitik hati ialah sepeda motor yang dibayar pajak itu sudah berusia uzur. Bahkan, para staf kepolisian dan pajak setempat mengatakan bahwa si bapa tidak perlu susah lagi membayar pajak, atawa gratis saja.

Namun, si bapa bersikukuh membayar. “Saya merasa lega bila menunaikan kewajiban saya. Lagipula kami sekeluarga jadi tenang mengendarainya,” demikian dia menjelaskan.

Sahabat RK! Dalam renungan pagi ini, kita terkesima dengan sikap Yesus yang tak hendak membangkang sistem kewajiban di dunia manusia. Meskipun Dia merupakan Allah, namun Yesus tidak ingin menjadi sandungan bagi manusia lain.

Teladan ini mengajarkan juga kerelaan hati menunaikan kewajiban kita di tengah sistem dunia. Bila Yang Maha Kuasa pun mematuhi kewajiban yang diembankan kerajaan duniawi, mengapa kita tidak? Janganlah kita menjadi batu sandungan bagi sesama kita, karena membangkang kewajiban yang telah diberikan.

 

Sumber Bacaan:

Bacaan I: Yeh. 1:2-5,24-2:1a

Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang, datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.

Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.

Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,

Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.

Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.

Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau.”

 

Mazmur:  Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd

 

Bacaan Injil:  Mat. 17:22-27

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”

Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”

Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.

Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

febriangelia.blogspot.com
febriangelia.blogspot.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s