Menyangkal Diri

Jumat, 5 Agustus 2016 | Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria

Menyangkal Diri

Renungan-Katolik.com – Seorang biarawan mendapat kepercayaan memimpin sebuah sekolah di kampungnya. Kepercayaan tersebut membuatnya senang, sebab bisa mengabdi bagi saudara-saudara terdekat. Sembari memimpin sekolah, tentu bisa menyebarkan semangat rohani, bathin si biarawan.

Dalam napaktilas kepemimpinan tersebut, dia mendapati kerap terjadi pergesekan jati diri pemimpin sekolah dengan sosok biarawan. Hidupnya yang kerap tenang dalam bermeditasi sering terganggu dengan percekcokan diantara pengurus sekolah. Di samping itu, dia juga risih setiap kali menghadapi birokrat pemerintahan yang tidak memandang dirinya sebagai biarawan.

Kegelisahan sang biarawan tak berlangsung lama kala dia teringat akan nasihat mengikut Yesus: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Dia pun menyadari jati diri biarawan adalah pilihan dalam jalan pelayanan. Tidak berkenaan bahwa dirinya kini menjadi seorang pemimpin di satu lembaga pendidikan. Penyangkalan tidak hanya saat dirinya menjadi pemimpin di tengah-tengah awam. Ataupun saat di tengah-tengah sesama biarawan.

Seluruh karya dan pemikiran adalah berkat-Nya, dan akan kembali pada-Nya jua.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7

Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman!

Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat!

Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat!

Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan.

Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata: “Niniwe sudah rusak! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari penghibur-penghibur untuk dia?”

 

Mazmur: Ul. 32:35cd-36ab,39abcd,41

 

Bacaan Injil: Mat. 16:24-28

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

 

Pustaka : ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

salib yesus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s