Siapkah Iman Kita Diuji?

Rabu, 3 Agustus 2016 | Hari Biasa

Siapkah Iman Kita Diuji?

Renungan-Katolik.com – Pernahkah Anda alami, ketika Anda berseru memohon belas kasihan tetapi tidak ada jawaban sama sekali? Sungguh menyesakkan hati rasanya).

Pada awalnya, Yesus tidak menjawab perempuan ini barang sepatah katapun, tak sepatah katapun! Seberapa sering Anda berdoa pada Bapa di surga dan tidak ada jawaban? Seolah-olah Allah tidak peduli pada keberadaan Anda! Dan Anda berkata, “Kukira Engkau penuh kemurahan dan penuh segala macam kebaikan seperti yang pernah kudengar dari gereja, tapi lihatlah, Engkau bahkan tidak menjawabku! Jika Engkau tidak mau menjawab doaku, katakan saja ‘Tidak’. Tetapi Engkau bahkan tidak berkata apapun kepadaku!”

Sekalipun Yesus tidak menjawab seruannya, perempuan ini tetap teguh. Dia tidak pergi. Luar biasa! Namun setelah tidak menjawab seruan perempuan itu, seolah-olah ingin menambah kepedihan perempuan ini, “Tidak adil. Tidaklah benar mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing. Kamu adalah orang asing, dan di mata orang Yahudi, kamu termasuk anjing.”

Tamat sudah! Berakhir sudah. Setelah mendengar ucapan semacam itu, kita pasti tidak mau menyambung pembicaraan lagi. “Engkau tidak mau menjawab saya, itu saja sudah cukup buruk, namun menyebutku dengan istilah anjing, itu jelas bukan kebaikan hati. Ini seharusnya bukan ucapan yang keluar dari mulut seorang rabi. Tidak! Saya tidak terima ini.” Benar bukan? Mungkin Anda dan saya akan bereaksi seperti ini. Jujur sajalah. Bukankah akan seperti itu tanggapan Anda?

Saya telah bertemu dengan banyak orang yang berkata, “Saya berdoa tetapi Allah tidak menjawab saya. Saya tidak mau lanjutkan lagi! Selesai sudah!” Dan kita bersimpati. Kita bersimpati padanya. Baiklah, Tuhan tidak menjawab Anda, berarti Anda berhak untuk pergi. Namun ingatlah akan satu hal. Yang menjadi pecundang adalah Anda, bukannya Tuhan. Saya tidak pernah berhenti mengagumi perempuan ini.

Yesus berkata kepadanya, “Hai ibu, sungguh besar imanmu! Sangat besar! Hal yang semacam ini belum pernah kulihat. Aku belum pernah melihatnya. Jadilah seperti yang kau kehendaki. Apapun yang kau kehendaki, kamu telah mendapatkannya. Jika kamu memiliki iman sebesar ini, ucapkan saja keinginanmu dan kamu telah mendapatkannya. Kamu telah menerimanya.” Saya berdoa kepada Allah supaya saya bisa memiliki iman semacam ini. Ini adalah iman yang sangat indah.

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I: Yer. 31:1-7

“Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.

Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.

Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!

Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

 

Mazmur: Yer. 31:10,11-12ab,13

 

Bacaan Injil:  Mat. 15:21-28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.

Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”

Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

Pustaka : ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin | cahayapengharapan.org

Sumber gambar: bibledaily.files.wordpress.com
Sumber gambar: bibledaily.files.wordpress.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s