‘Herodes’ tak Dapat Membunuh Iman Kita

Sabtu, 30 Juli 2016 | Peringatan Krisologus

‘Herodes’ tak Dapat Membunuh Iman Kita

Renungan-Katolik.com – Apa yang mendorong manusia untuk membunuh? Ada banyak alasan. Bisa saja iri hati, sebagaimana manusia pertama yang melakukannya, yakni Kain terhadap Habel. Ataupun termakan sumpah sendiri, laiknya Raja Herodes, dalam bacaan Injil hari ini.

Membunuh, apapun alasannya, adalah merenggut kuasa Allah yang menentukan kehidupan dan kematian. Inilah sebabnya Gereja sangat menentang ‘hukuman mati’ terhadap kejahatan seberat apa pun.

Jerat sumpah Herodes hingga memerintahkan agar Yohanes Pembaptis dipenggal tidak hanya mengenai pembunuhan secara fisik. Namun juga membunuh ‘dirinya’ yang mengetahui perintah tersebut tidaklah benar.

Sejak zaman nabi, Rasul, Jemaat Perdana dan hingga kini, ancaman terhadap pewarta kabar Allah masih terjadi. Terkini, seorang Imam di Prancis dibunuh oleh kelompok jahat.

Tetapi, Allah tetap memberikan penyelenggaraan dalam kehidupan kita, serta insan-insan yang seturut perintah-Nya. Sebagaimana Dia sabdakan melalui nabi Yeremia: “Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita.” Herodes tidak dapat membunuh iman, kecuali mengizinkannya hidup dalam diri kita.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yer. 26:11-16,24

Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.”

Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu.

Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.

Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.

Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita.”

Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.

 

Mazmur:  Mzm. 69:15-16,30-31,33-34

 

Bacaan Injil:  Mat. 14:1-12

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!”

Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”

Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

mazmur 69 ayat 15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s