Allah Menghendaki Belas Kasih

Jumat, 15 Juli 2016 | Peringatan Wajib St. Bonaventura

Allah Menghendaki Belas Kasih

Renungan-Katolik.com – Tatkala tengah senang menelusur linimasa Facebook, saya pernah mendapati pesan sosial kreatif bertema penentangan rasisme. Kemasan pesan sosial tersebut berupa gambar dua anak kecil dari ras (atau warna kulit) yang berbeda, tengah bersenda gurau. Tanpa rasa was-was, curiga ataupun meremehkan. Seuntai kalimat disemat dalam gambar tersebut: Semenjak lahir kita tidak mengenal perbedaan, kecuali setelah orang dewasa mengajarkannya pada kita.

Sahabats, dalam renungan pagi ini, saya tertarik mengaitkan pesan kreatif tersebut dengan pengalaman murid-murid Yesus – yang tertangkap ‘basah’ oleh orang Farisi – memetik bulir gandum dan memakannya. Menurut mereka pamalih atau pantang berbuat demikian di hari Sabat (perhentian). Orang Farisi telah lama mencari-cari kesalahan Yesus dan para murid-Nya. Sikap kritis tersebut dibangun dari pemahaman bahwa ajaran kasih Yesus kerap bertentangan dengan Taurat. Dengan kata lain, menegur kesalahan insan lain tidak dari hati yang tulus menegakkan hukum Taurat.

Yesus mencela perbuatan tak konsisten tersebut. Dia menghendaki hati yang benar jauh melebihi hal-hal lahiriah yang telah menjadi aturan kaku belaka. Dimana Yesus sendiri menegaskan: “Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yes. 38:1-6,21-22,7-8

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.

Kemudian berkatalah Yesaya: “Baiklah diambil sebuah kue ara dan ditaruh pada barah itu, supaya sembuh!”

Sebelum itu Hizkia telah berkata: “Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?”

Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya:

Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya.” Maka pada penunjuk matahari itu mataharipun mundurlah ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya.

 

Mazmur:  Yes. 38:10,11,12abcd,16

 

Bacaan Injil:   Mat. 12:1-8

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”

Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?

Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Pustaka : ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber gambar: http://www.catholicmannight.com/
Sumber gambar: http://www.catholicmannight.com/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s