Kerinduan Berdoa

Kamis, 14 Juli 2016 – Kamillus dr Lellis

Kerinduan Berdoa

Renungan-Katolik.com – Selamat pagi, Sahabats! Tatkala menikmati bacaan sabda pagi ini, ingatan saya mencuat pada status seorang sahabat bernama Rinto Tampubolon, seorang guru di SMA Del – Laguboti. Di linimasa Facebook-nya, dia mengutarakan pengalaman iman akan doa memohon kebijaksanaan. Namun, seusai doa, justru permasalahan yang kerap menghampiri. Bahkan semakin memohonkan hikmat, malah lebih banyak permasalahan.

Saya tertegun, kala bang Rinto menyimpulkan bahwa rentetan masalah tersebut lah nyata menjadi ‘pengasah’ kebijaksanaan. Laiknya pisau yang semakin tajam usai diasah dalam tempo lama.

Injil Matius menyibak kasih Yesus pada manusia yang berbeban berat dan letih lesu. Tanda bahwa kehadiran-Nya adalah jawaban doa kita terhadap Allah tatkala dirundung beban masalah.

Melalui bacaan dalam renungan hari ini, kita disadarkan memandang ‘beban permasalahan’ secara berbeda. Sebab kerap sekali, kita rindu berdoa dan memanggil Allah ketika dirundung percobaan. Bukankah tercipta hubungan yang indah dengan Allah bila kita merindukan (berdoa) kepada-Nya di setiap hela nafas kita? Sebagaimana dengan syahdu dituliskan nabi Yesaya: “Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi”.

 

“BERDOA diawali dengan berbicara kepada Tuhan, tetapi diakhiri dengan mendengarkan-Nya.”

~ Fulton J. Sheen

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yes. 26:7-9,12,16-19

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.

Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN:

Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.

Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

 

Mazmur: Mzm. 102:13-14ab,15,16-18,19-21

 

Bacaan Injil: Mat. 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber foto: http://lifehopeandtruth.com/
Sumber foto: http://lifehopeandtruth.com/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s