Iman Pelayanan yang Pura-pura

Senin, 11 Juli 2016 | Peringatan Wajib St. Benediktus

Iman Pelayanan yang Pura-pura

Renungan-Katolik.com – Dahulu kala, ada seorang bijak yang mashyur di Kerajaan China. Karena kebijaksanaannya banyak pula yang tertarik untuk belajar dari tokoh tersebut. Suatu hari, si tokoh bijak tersebut kedatangan seorang pemuda asing. Si pemuda langsung mengutarakan permintaan hendak menjadi murid-nya. “Hmmm… baik. Untuk itu, kamu harus menjalani ujian dahulu. Kamu lihat kolam ikan di sana. Cobalah kamu menatap di atas kolam itu, lalu sampaikan apa yang kamu lihat,” ucap si tokoh.

Pemuda itu lekas melaksanakan ujian tersebut, dan berkata: “Guru, aku melihat wajahku sendiri di permukaan air kolam itu.” Mendapat jawaban tersebut, sang tokoh dengan berat hati menolak permohonan si pemuda diterima sebagai murid. Dia pun kaget bercampur marah meminta penjelasan.

“Kamu mempunyai sifat angkuh akan rupa wajahmu. Sehingga ikan yang jelas berada di dalam kolam ini, kau abaikan. Karenanya dirimu belum layak mendapat pengajaran kebijaksanaan.” Demikian si tokoh menjelaskan.

Sahabat terkasih, renungan pagi ini cukup menghentak kita. Sabda Allah dalam bacaan pertama dan Injil hari ini, amat keras mencela kepura-puraan dalam pelayanan bagi-Nya. Terutama sabda Yesus sendiri yang mendorong totalitas kita untuk mencintai-Nya di atas kefanaan duniawi. Kita tentu tak ingin kehilangan tempat di kerajaan Allah oleh karena keangkuhan dan pelayanan yang pura-pura.

 

Tujuan khusus kita adalah membawa Kristus ke rumah-rumah, ke jalan-jalan di kawasan kumuh di antara kaum miskin yang sakit, sekarat, para pengemis, dan anak-anak jalanan yang masih kecil. Mereka yang sakit akan dirawat sedapat mungkin di rumah miskin mereka. Anak-anak kecil akan bersekolah di kawasan kumuh. Pengemis akan dicari dan dikunjungi sampai ke lubang-lubang mereka di luar kota atau di jalanan.

~ Bunda Teresa

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yes. 1:11-17

“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.

Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.

Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

 

Mazmur: Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23

 

Bacaan Injil: Mat. 10:34 – 11:1

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

 

Sumber tambahan : ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

 

Sumber gambar: tonygoes.blogspot.com
Sumber gambar: tonygoes.blogspot.com
Advertisements

One thought on “Iman Pelayanan yang Pura-pura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s