Lindungilah Aku ya, Tuhan

Sabtu, 9 Juli 2016 | Hari Biasa

Lindungilah Aku ya, Tuhan

Renungan-Katolik.com – Saudara terkasih didalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, selamat pagi. Sukacita Allah melingkupi kita untuk berkarya bersama-Nya hari ini. Renungan hari ini, saya ingin berbagi arti doa bagi kita umat terkasih-Nya. Doa adalah nafas bagi orang percaya. Sebagaimana bernafas adalah yang selalu kita lakukan, berdoa adalah hal terpenting dan nafas hidup dan rohani kita. Dalam injil hari ini, Yesus berkata begitu penting dan berharganya kita bagi Dia. Kita tentu jauh lebih berharga dari burung pipit. Terlihat bagaimana Allah menegaskan kerinduan-Nya untuk selalu berkomunikasi dengan kita. Sebagaimana doa, kita juga sadar bahwa bernafas sangat penting untuk kehidupan kita. Seharusnya kita semakin memahami, bahwa berdoa jauh lebih mempengaruhi hidup kita.

Ada cerita tentang seorang yang dikunjungi sahabat lamanya. Kunjungan pertama disambut begitu hangat dan langsung dipersilahkan duduk dikursi. Kunjungan kedua si sahabat lamanya langsung disuruh duduk di kursi. Dan kunjungan selanjutnya, si sahabat langsung disuruh ambil kursi sendiri. Terlihat bagaimana perubahan akan perlakuakn kunjugan demi kunjungan. Allah tidak demikian, dia tetap senang menolong kita dan mendengar rintihan kita lewat doa – doa kita. Sambutan-Nya tetap sama dan hangat.

 

“Bagaimana aku melupakan kasih setiaMu ya Tuhan, karena apapun yang terlihat oleh mataku, mengingatkanku akan kasih setiaMu kepadaku. “ ~ Penulis: Eva Susanti Barus

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yes. 6:1-8

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.

Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

 

Mazmur: Mzm. 93:1ab,1c-2,5

 

Bacaan Injil: Mat. 10:24-33

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber foto: http://christianhub.org/
Sumber foto: http://christianhub.org/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s