Berpikir Seperti Seorang Pelayan

Rabu, 6 Juli 2016 | Maria Goretti

Berpikir Seperti Seorang Pelayan

Renungan-Katolik.com – Sahabat dan saudara terkasih didalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, pada renungan pagi izinkan saya berbagi permenungan yang saya dapat dari injil hari ini. Saat membaca injil hari ini, saya teringat para karyawan cleaning service yang bekerja di kantor tempat saya bekerja. Saya sering terpana melihat semangat mereka dalam bekerja. Membersihkan toilet yang jorok yang kadang tidak diperhatikan kebersihannya oleh rekan sejawat. Namun mereka bisa sambil bernyanyi – nyanyi riang dalam membersihkan tempat – tempat kotor tersebut. Setiap bertemu selalu memberikan sapaan yang hangat. Saya merasakan ketulusan pelayanan dari mereka. Membantu pekerjaan yang bagi sebagian banyak orang adalah pekerjaan rendah. Namun mereka ada didalam pekerjaan itu. Membayangkan jika mereka tidak ada, pasti orang kantor sudah kewalahan bukan?

Yesus pun mengajak kita untuk menjadi pelayan bagi sesama kita. Seperti Dia yang telah melayani kita, kitapun harus demikian. Kita tidak perlu khawatir dengan segala sesuatunya. Karena penyertaan Allah ada dimana saja. Lewat pelayanan kita, kita harus mampu membuat orang lain bertobat. Meminta penyertaan Dia untuk memberi kekuatan dan kuasa dalam pelayanan kita. Dan satu hal yang harus kita ingat, bahwa pelayanan terbaik adalah saat kita lebih banyak memikirkan orang lain daripada kita sendiri.

Pelayanan – pelayanan sejati tidak berusaha memanfaatkan Allah demi tujuan- tujuan mereka. Mereka membiarkan Allah memakai mereka untuk tujuan-Nya.

~ Rick Warren

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I:

Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala.

Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka.

Sungguh, sekarang mereka berkata: “Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?”

Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air.

Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung: “Timbunilah kami!” dan kepada bukit-bukit: “Runtuhlah menimpa kami!”

Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.

 

Mazmur  : Mzm. 105:2-3,4-5,6-7

 

Bacaan Injil : Mat. 10:1-7

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,

Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,

Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber foto: http://asiaexpatguides.com/
Sumber foto: http://asiaexpatguides.com/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s