Bagaimana Permohonan yang Dikabulkan Tuhan?

Senin, 4 Juli 2016 | St. Elisabeth dr Portugal

Bagaimana Permohonan yang Dikabulkan Tuhan?

Renungan-Katolik.com – Semasa mengenyam pendidikan dasar hingga kuliah, Ibu punya ritual unik jika kami menjalani ujian akhir tahun. Sebutir telur rebus dihidangkan masing-masing bagi saya dan adik-adik. Meskipun sederhana, namun terasa istimewa karena Ibu bilang sudah membarengi dengan doa agar kami berhasil menjawab soal ujian. “Bila pun hasilnya (nilai ujian) kurang bagus, tentu itulah yang terbaik dari Tuhan dan sesuai perjuanganmu,” imbuh Ibu.

Dengan kondisi Bapak yang menderita stroke (sejak saya kelas 2 SMP), Ibu mengemban peran ganda sebagai kepala rumah tangga. Dia selalu menasehati bahwasanya rezeki yang kami peroleh merupakan anugerah dari Tuhan. “Oleh sebab itu, kalian gigih belajar guna meraih keberhasilan dalam mencari nafkah kelak,” katanya.

Sosok Kepala rumah ibadat dan wanita (yang menderita pendarahan) dalam renungan pagi ini, mengingatkan saya akan perjuangan dan doa Ibu yang tak pernah letih untuk anak-anaknya. Terutama memohon dengan rendah hati dan yakin akan belas kasih dari Tuhan Yesus.

Keyakinan selalu membuka jalan untuk pengharapan. Terlebih bila ditopang oleh iman. Kisah mukjizat dalam bacaan hari ini, menguatkan hati kita agar tak meragukan kuasa dan pertolongan Tuhan. Karena apabila kita meminta pertolongan dari Tuhan dengan rendah hati dan beriman kepada Tuhan maka setiap persoalan yang kita hadapi pasti dapat teratasi.

“Berdoalah seolah-olah semuanya bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung kepadamu.”

~ St. Agustinus

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I : Hos. 2:13,14b-15,18-19

Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN.

“Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.

Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.

Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

 

Mazmur :  Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9

 

Bacaan Injil: Mat. 9:18-26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.

Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber gambar: http://itisbygrace2.com/
Sumber gambar: http://itisbygrace2.com/
Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Permohonan yang Dikabulkan Tuhan?

  1. Dalam Permohonan yang terjawab butuh perjuangan yang luar biasa pikiran dan hati kita harus benar2 menyatu dalam penyampaian permohonan kita,Tidak mudah berbicara BELIAU.saya sudah sering mendapatkan mujizat dari-Nya untuk menjawab DOA2ku.pengalamanku doa yang terjawab adalah doa yang saya yakini sudah benar2 dari hati dan itu kulakukan berkali2.jangan putus asa dalam menyampaikan permohonan.Tuhan Yesus Menyertai kita semua

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s