Puasa: Menghayati Pertobatan

Sabtu, 2 Juli 2016 | Hari biasa

Puasa: Menghayati Pertobatan

Renungan-Katolik.com – Selamat pagi, sahabat Renungan-Katolik! Bila mendengar kata ‘berpuasa’ kerap sekali fikiran bertaut pada tindak berpantang makan. Ataupun semacam ‘penyiksaan diri’.

Hal ini lah yang menjadi kegundahan murid Yohanes dan orang Farisi, melihat bahwa murid Yesus tidak berpuasa.  Namun, dengan lugas Yesus meluruskan pemikiran mereka perihal puasa. Bila kita hayati penjelasan-Nya lebih berkenaan dengan penghayatan tobat.

Salah satu wujud bertobat adalah melalui puasa. Berpuasa disini bukan hanya berpantang, namun lebih dari itu adalah penyangkalan diri. Dalam masa bermati raga tersebut, bagaimana kita merenungkan dosa kita? Dan bagaimana niat kita untuk berbalik kepada Tuhan?

Jika kita telisik dalam renungan di Ziarah Batin 2016, diterangkan bahwa sebelum komuni, Gereja tidak lagi mewajibkan kita berpuasa setelah jam 12 malam, tetapi wajib berpuasa 1 jam sebelumnya. Tujuannya agar kita lapar dan haus akan Yesus Kristus. Kita rindu bertemu dengan—Nya. Tanpa persiapan batin, pertemuan kita dengan Yesus terasa hambar.

 

Orang-orang yang mampu menahan diri dari semua kebutuhan duniawi adalah adalah orang-orang yang bergelimang berkah dari Yang Maha. Dan saya percaya itu akan berbuah pengalaman spiritual yang berlimpah.
~ whttp://www.renungan-katolik.com

Bahan Permenungan:

Bacaan I: Am. 9:11-15

“Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.

Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” firman TUHAN, Allahmu.

 

Mazmur: Mzm. 85:9,11-12,13-14;

 

Bacaan Injil: Mat. 9:14-17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber foto: pulse.ng
Sumber foto: pulse.ng
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s