‘Bisikan’ dari Sebuah Buku

Kamis, 30 Juni 2016 | Para Martir Pertama di Roma

‘Bisikan’ dari Sebuah Buku

Renungan-Katolik.com – Kecanduan narkotik sebelum berusia 14 tahun, anarkis dan sederet catatan kriminal pernah mengisi kehidupan Donald Calloway. Pastor dari kongregasi Marians of the Immaculate Conception tersebut mengalami titik nadir begitu kelam. Siapa menyangka sebuah buku berjudul “The Queen of Peace Visits Medjugorje” (Sang Ratu Damai Mengunjungi Medjugorje) justru menjungkir balik sisi gelap-nya itu?

“Buku ini menunjukkan kepada saya sebuah sisi yang tidak pernah saya dengar atau alami sebelumnya, tetapi saya bisa memahami sifat radikal dari pesannya… Segera saya menyadari bahwa buku ini menawarkan saya kesempatan untuk mengubah hidup saya dan berserah kepada sesuatu yang lebih besar daripada saya—yakni, untuk percaya kepada Allah dan menjalani hidup yang berbeda. Ini adalah sebuah wahyu yang memerlukan sebuah revolusi pemikiran. Mungkinkah ini jalan keluar yang saya cari-cari?”

Saya terhenyak membaca kisah pertobatan Pastor Calloway dalam resensi buku-nya [“No Turning Back: A Witness to Mercy” (Takkan Kembali: Sebuah Kesaksian tentang Kerahiman), yang diulas apik dalam blog LuxVeritatis7.wordpress.com.

Sebuah bisikan lembut menarik relung jiwanya ke ruang pertobatan, sehingga Calloway pun sembuh dari perbuatan jahatnya di masa silam. Ganjaran akan dosa, kita baca dalam renungan pagi di bacaan Injil, juga dialami oleh seorang lumpuh untuk disembuhkan oleh Yesus. Dia pun berkata: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Iman tulus untuk bertobat membuat Yesus tergerak untuk menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Demikian juga pertobatan secara total oleh Calloway atas dosa-dosanya. Kedua insan ini telah melakukan pertobatan dengan iman yang berserah kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Apakah kita bersedia kehilangan tempat di Kerajaan-Nya karena tak jua berkenan untuk bertobat?

 

Setiap hari kita memerlukan pertobatan.

~ Paus Fransiskus

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I: Am. 7:10-17

Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: “Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: “Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.”

Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.

Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.

Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

 

Mazmur:  Mzm. 19:8,9,10,11

 

Bacaan Injil: Mat. 9:1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” ?lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Dan orang itupun bangun lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016 | www.luxveritatis7.wordpress.com

Sumber foto: Blogspot.com
Sumber foto: Blogspot.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s