Proses: Buah Keteguhan

RenunganKatolik.com – Alkisah, seekor tupai muda diterpa derita haus saat musim kemarau melanda. Naluri alamiah menuntunnya pada satu batang kelapa.

Sebagaimana keluarga tupai lainnya, ia mampu mendaki sekujur tubuh kelapa yang vertikal tersebut. Setibanya di atas, lekas saja ia memilih satu buah yang tampak segar untuk penghela dahaganya. Ia mendekat. Memeluk. Dan menyadari saat itulah tantangan baru dalam hidupnya kini dimulai.

Gigi runcingnya mulai mengelupasi kulit kelapa nan keras. Ia sedikit mengeluh. Tapi itu tak lama jua. Serabut coklat seperti kumpulan ijuk padat menyambutnya. Sang pengerat kaget. Namun ia berpantang surut. Penuh sabar diretasnya sabut itu satu-persatu. Ketika serat terakhir rampung dikupas. Tupai muda itu terjingkat lebih hebat. Ia mendapati batok coklat tak kalah keras dari yang sebelumnya.

Muncul keraguan dalam hatinya. Mengeluh dan berkeliling sejenak. Ah, ia kembali ambil prakarsa dan tindakan: “Moyangku, para tupai, makan dan minum dari kelapa ini. Tak mungkin aku gagal, jika mereka tetap hidup hingga kini.”

Dengan segenap hati dan daya tubuhnya, tupai muda mengerat batok kelapa tersebut. Secuil berganti sejumput. Dan sejumput, hingga sekepal. Daging santan nan lezat menjadi ganjaran usaha gigihnya. Tetapi, ia tak terlena. Seolah satu misi belum tuntas ia tunaikan. Keteguhannya pun berbuah manis. Ia kini dapat meneguk air kelapa itu. Menyaput dahaga hingga kebugaran tubuhnya pun pulih.

Dan tupai menoreh ilham baru dalam hati, bahwa pengalaman tersebut mengajarkan nilai penting dalam napaktilas kehidupannya. Yakni berpantang surut dan buah manis dari keteguhan. Dengan kata lain, menikmati proses dimana ia terlibat. Mempertahankan pilihan dari keyakinannya yang sempat molor seperti yoyo.

Penolakan tidak akan menempatkan sang tupai dalam arena persaingan. Ia tahu musti bertahan dan beradaptasi dalam tantangan hidup ini. Selarik petuah tupai yang dapat kita petik dalam napaktilas hidup kita masing-masing.

Sumber foto: Flickr.com
Sumber foto: Flickr.com
Advertisements

One thought on “Proses: Buah Keteguhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s