Meyakini & Mengikuti Jalan Allah

Minggu, 26 Juni | Hari Minggu Biasa XIII

Meyakini & Mengikuti Jalan Allah

Renungan-Katolik.com – Seorang teman di media sosial Facebook pernah menyemat gambar memikat. Gambar tersebut menampilkan ruang kemudi pesawat terbang, dimana sang pilot duduk bersisian dengan rekan co-pilot. Tampilan yang menarik bukan pada juru mudi, namun untaian kata berikut: “Kita tidak pernah mengenal para pilot dan kru, tetapi kita merasa tenang dan aman selama penerbangan di dalam pesawat. Bukankah demikian hendaknya kepercayaan terhadap Allah merancang jalan hidup kita?”

Kata mutiara tersebut sungguh pas, sebab kita tidak pernah melihat pilot yang dalam kemudi. Kita mungkin tidak pernah bertemu dengannya muka dengan muka. Tidak peduli pilot tersebut lulusan sekolah pilot mana, atau dengan predikat kelulusan apa, kita akan tetap masuk ke pesawat itu, percaya bahwa ia bisa mengendalikan dan menerbangkan pesawat itu selamat sampai tujuan.

Ketiga ayat renungan pagi ini, menandaskan teladan dan seruan mengikut jalan Allah. Elisa dengan segenap hati mengikuti nabi Elia. Semangat ini, menurut Rasul Paulus, ialah memilih hidup oleh Roh, sehingga tak terombang ambing oleh keraguan. Sifat ragu-ragu mengikuti jalan benar ini dapat kita lihat pada diri orang Samaria. Yesus juga dengan keras menegur lemahnya iman orang Samaria mengikut jalan-Nya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Sebagai manusia, kita kelak akan mati. Namun, Yesus telah menjanjikan kehidupan baru bila kita sungguh mengikut Dia dan mewartakan Kerajaan-Nya. Sebagaimana kita meyakini kemampuan pilot mengemudikan pesawat, demikian juga lebih besar lah kiranya kepercayaan kita terhadap Allah sebagai pencipta dan perancang kehidupan ini. Kita tidak perlu ragu.

 

Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?

~ Yesus Kristus

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I: 1Raj. 19:16b,19-21

Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.

Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”

Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

 

Mazmur: Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11

 

Bacaan II : Gal 5:1,13-18

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging?karena keduanya bertentangan?sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

 

Bacaan Injil: Luk. 9:51-62

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber foto: kabarinews.com
Sumber foto: kabarinews.com
Advertisements

One thought on “Meyakini & Mengikuti Jalan Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s