Menyandarkan Iman kepada Allah

Sabtu, 25 Juni 2016 | Hari Biasa

Menyandarkan Iman kepada Allah

Renungan-Katolik.com – Dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merenggut nyawa salah seorang diantaranya.

Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak menyebarkan infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, “kita tunggu saja beberapa hari.” Hal ini berlangsung beberapa minggu dan kaki anak itu sembuh tetapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm.

“Ia tidak akan pernah bisa berjalan!” kata dokter. Beberapa minggu kemudian, ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga.

Dokter memprediksi,”Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!”

Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata,” Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari!”

Tetapi anak itu belajar BERLARI !

Tahukah Anda bahwa anak yang dimaksud itu adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik ! Bagaimana bisa seorang anak yang “diprediksi” menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari ?

Sahabat Renungan-Katolik.com, saya tertarik menyemat kisah Glenn Cunnigham, sebagai sandingan renungan pagi ini, bersama sosok perwira dalam bacaan Injil Matius. Iman kepercayaan-nya yang sungguh besar menyentuh Tuhan Yesus hingga Dia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.”

Dalam jejak kehidupan kita semasing tentu mendapati pengalaman senada dengan ‘Cunningham’ dan ‘sang Perwira’. Yakni mempertahankan iman kepercayaan kita di tengah terjangan pesimisme dan cemooh. Namun, keyakinan yang bersandar pada kuasa Sang Pencipta tentu lebih besar dari vonis sesama insan yang tiada sempurna.

Sebagaimana disabdakan oleh Yesus: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Amin.

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I : Rat. 2:2,10-14,18-19

Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.

Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.

Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.

Kepada ibunya mereka bertanya: “Mana roti dan anggur?”, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.

Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?

Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.

Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!

Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!

 

Mazmur :  Mzm. 74:1-2,3-5a,5b-7,20-21

 

Bacaan Injil :  Mat. 8:5-17

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:

“Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”

Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Fanpage Family Guide

 

Sumber foto: Wikimedia.org
Sumber foto: Wikimedia.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s