Ditakdirkan Sebagai Raja

Jumat, 24 Juni 2016 | HARI RAYA KELAHIRAN St. YOHANES PEMBAPTIS

Ditakdirkan Sebagai Raja

RenunganKatolik.com – Saya pernah membaca satu kisah nyata yang menarik untuk saya ceritakan dalam permenungan di hari Jumat yang berbahagia ini. Ketika Raja Louis XVI digulingkan dari tahtanya dan dijebloskan ke penjara, putraya yang merupakan pangeran penerus tahta kerajaan diculik oleh orang orang yang ingin mengkuteda kerajaan itu. Sang pangeran ditawarkan berbagai gaya hidup yang menjijikkan. Mereka berniat agar jika sang pangeran terpengaruh, ia tidak akan bisa mencapai takdirnya menjadi raja.

Setiap hari sang pangeran disuguhi makanan lezat, minuman keras, dan perempuan seksi yang menari erotis di hadapannya. Hari berganti hari, hingga akhirnya setelah enam bulan, mereka menyerah. Sang pangeran ternyata tidak tergoda terhadap godaan duniawi. Mereka bertanya mengapa sang pangeran tidak tergoda. Ia berujar :” aku tidak mungkin melakukan hal hal yang menjijikkan itu, karena aku sudah ditakdirkan menjadi raja.”

Renungan pagi ini, pada bacaan injil, Yohannes pembabtis, yang sejak dari kandungan ibunya sudah ditakdirkan menjadi pembuka jalan bagi sang Juru Slamat. permenungn yang saya dapat,  saya tersadar akan panggilan saya untuk dilahirkan untuk menghirup udara dunia ini. Sadar akan takdir saya menjadi anak Kristus, menjadi pewarisnya. Namun hal yang harus saya lakukan sekarang adalah sadar, bahwa saya ditakdirkan memikul salib seperti Dia.

Ketika kamu melihat salib, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu. Ketika kamu memandang Hosti Suci, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu sekarang.

~ Mother Teresa

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yes. 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya?maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku?,firman-Nya:

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

 

Mazmur : Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15

 

Bacaan II : Kis. 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

 

Bacaan Injil : Luk. 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.

Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016 | 100 Inspiring Stories

Sumber gambar: GoldenStag.net
Sumber gambar: GoldenStag.net
Advertisements

2 thoughts on “Ditakdirkan Sebagai Raja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s