Benih Yang Mati

Kamis, 23 Juni 2016 | Hari Biasa

Benih Yang Mati

RenunganKatolik.com – Di suatu desa, tinggal seorang ayah dan putrinya yang cantik jelita. Mereka juga adalah keluarga yang terpandang. Suatu hari si ayah sadar akan usianya yang sudah tua. Sehingga ia ingin mencarikan jodoh untuk putrinya. Sebenarnya sangatlah gampang mencari jodoh untuk putrinya. Karena putrinya sangat cantik dan baik. Namun si ayah ingin sekali agar kelak putrinya menikah dengan pria yang baik hati, tulus mencintai putrinya.

Suatu hari si ayah pergi ke kota membeli benih bunga. Sepulang dari kota ia membagi bagikan benih itu kepada pria dewasa yang ada di desa itu. Dia berpesan agar mereka menanam benih bunga itu dan 4 bulan kemudia, dia akan melihat siapa saja yang berhasil memperbanyak bunga tersebut. Dan bunga yang paling bagus akan dihargainya dengan sangat mahal.

Kembalilah mereka membawa benih masing masing dan menanamnya di pot bunga, dan menunggu pertumbuhan benih bunga tersebut. Bunga mereka tumbuh dengan subur dan sangat bagus. Namun lain halnya dengan Andre. Benih yang ia tanam tidak tumbuh tumbuh. Ia sangat sedih dan heran mengapa benihnya sendiri yang tidak tumbuh.

Empat bulan kemudian, si ayah datang mengumpulkan para pria tersebut. Ia tersenyum melihat bunga bunga pria yang tumbuh bagus dan indah. Namun ia melihat ke arah Andre, dan memanggil Andre. Dia menepuk bahu Andre dan berkata di depan mereka semua. “ Kalian tahu bahwa diantara kalian semua, hanya Andre yang layak aku harga bunganya dengan mahal. Karena aku tau dia orang yang jujur. Dia menanam benih yang aku berikan kepadanya. Sedangkan kalian semua menanam benih yang lain. Karena jika kalian menanam benih yang aku berikan, pasti tidak tumbuh karena benih tersebut sudah aku rebus sebelumnya. Dan Andre hari ini, akan aku nikahkan dengan putriku yang sangat aku kasihi.” Itulah yang terjadi, saat itu juga Andre pun menikah dengan putrinya.

Renungan hari ini, dalam Injil menuturkan bagaimana Yesus mengatakan dalam khotbah-Nya, “ Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan akan masuk kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga.”

 

Saya meninggalkan Anda dengan pertanyaan ini, untuk masing-masing dari Anda untuk menanggapi. Di rumah saya, kita berteriak, atau kita berbicara dengan cinta dan kelembutan? Ini adalah cara yang baik untuk mengenali cinta kita.

~ Paus Fransiskus

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I:

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem.

Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya.

Pada waktu itu majulah orang-orang Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem dan kota itu dikepung.

Juga Nebukadnezar, raja Babel, datang menyerang kota itu, sedang orang-orangnya mengepungnya.

Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel, ia sendiri, ibunya, pegawai-pegawainya, para pembesarnya dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap dia pada tahun yang kedelapan dari pemerintahannya.

Ia mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN seperti yang telah difirmankan TUHAN.

Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri.

Ia mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel.

Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya, sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel.

Kemudian raja Babel mengangkat Matanya, paman Yoyakhin, menjadi raja menggantikan dia dan menukar namanya menjadi Zedekia.

 

Mazmur : Mzm. 79:1-2,3-5,8,9

 

Bacaan Injil : Mat. 7:21-29

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Sumber: DreamsTiime.com
Sumber: DreamsTiime.com
Advertisements

3 thoughts on “Benih Yang Mati

  1. So much inaormftion on this topic is written in the same old fashion. You have brought new life into this subject matter with your fresh views. I agree with you.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s