Di Dunia Ini Tidak Ada Tuhan?

Rabu, 22 Juni 2016 | Santo Paulinus dari Nola, Uskup dan Pengaku Iman

Di Dunia Ini Tidak Ada Tuhan?

RenunganKatolik.com – Sebelum berangkat menghadiri doa lingkungan, seorang katekis menyempatkan diri untuk mencukur rambutnya yang sudah gondrong. Ia pun singgah ke tukang pangkas langganannya.

Sembari dicukur rambut si katekis, tukang pangkas itu sempat melirik Alkitab yang dibawanya. Dia pun tergelitik ingin menguji pengetahuan konsumennya tersebut. “Saya lihat anda bawa Alkitab, sobat!” sang pencukur memulai percakapan.

“Iya benar, sobat! Nanti saya mau turut doa lingkungan,” jawab si katekis.

“Jadi, kamu benar percaya Tuhan itu ada? Aku sama sekali tidak percaya.”

Katekis itu sedikit kaget,” Kenapa kamu berkata demikian?” Tukang cukur kemudian berargumen bahwa dunia sudah tentu damai jika Tuhan benar hadir di tengah manusia. “Tapi kulihat dunia semakin bobrok oleh kejahatan dan tipu daya. Penyakit sosial dan perang.”

Si katekis termangu gundah, bahkan hingga membayar jasa tukang cukur. Di depan pintu lapak cukur, dia gemas menemukan penjelasan untuk menjawab argumen sahabatnya itu. Tiba-tiba pandangannya terbentur pada seorang anak muda berambut panjang hingga sebahu.

“Halo, sobat! Maaf aku kembali dengan seorang teman hendak mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada tukang pangkas!,” suara si katekis semangat.

“Lho! Kok kamu bilang begitu?”

“Buktinya temanku ini rambutnya panjang sekali.”

“Tentu saja rambutnya panjang karena dia tidak datang bercukur padaku. Jika tidak, rambutnya sudah pendek rapi kupangkas.”

Si katekis lalu menyambut: “Nah! Tentu saja kamu tidak mempercayai Tuhan itu ada. Karena kamu tidak menyiapkan hati dan fikiran untuk datang kepada Tuhan. Bila saja kita semua datang dan mendengar ajaran-Nya, perang dan penderitaan yang kamu sampaikan tadi tidak akan pernah ada.”

Perbincangan di atas merupakan ilustrasi bagaimana ajaran sesat semakin merasuk dalam kehidupan manusia. Hati dan fikiran lebih disibukkan keinginan duniawi. Sehingga waktu khusus untuk beribadah dan menyapa Allah semakin berkurang.

Namun, sebagaimana pernah dikatakan Paus Fransiskus. Sungguh Allah kita Maha Rahim, sehingga Dia tak lelah mengampuni. Marilah kita tambat hati dan fikiran bagi Allah. Untuk menabung berkat atas pelayanan dan kasih yang kita beri bagi saudara-saudari.

 

*Renungan ini terinspirasi dari video berikut:

Sumber Permenungan:

Bacaan I : 2Raj. 22:8-13; 23:1-3

Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: “Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.

Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: “Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu.”

Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: “Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja.

Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.

Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya:

“Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.”

Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem.

Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.

Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

 

Mazmur : Mzm. 119:33,34,35,36,37,40

 

Bacaan Injil : Mat. 7:15-20

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

 

Sumber foto: www.telegraph.co.uk
Sumber foto: http://www.telegraph.co.uk
Advertisements

2 thoughts on “Di Dunia Ini Tidak Ada Tuhan?

  1. Sungguh renungan yang sngat menyentuh tentang bagaimana manusia tidak yakin akan keberadaan Tuhan dikarenakan kesusahan yang mereka rasakan 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s