Graha Maria Annai Velangkanni: Rumah Doa Sarat Makna

RenunganKatolik.com – Pesona religius langsung terasa ketika pertama kali menyambangi tempat ini. Banyak orang dari berbagai suku lalu-lalang di sekitar tempat doa tersebut. Graha Maria Annai Velangkanni, rumah doa yang terletak di Jl. Sakura Indah No.7-10 ini merupakan salah satu tempat doa yang terkenal tidak hanya di Indonesia, juga di mancanegara. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 2000 dengan modal awal 10 juta rupiah yang didapat saat Pastor James, pendiri rumah doa ini menyambangi NAD (Aceh) dalam rangka pelayanan sekaligus menghimpun dana.

Annai Velangkani diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2005 oleh Drs. Rudolf Pardede selaku Gubernur Sumatera yang menjabat pada masa itu dan diberkati oleh Mgr. A.G Pius Datubara OFMCap selaku Uskup Agung Medan. Pembangungannya menghabiskan dana sebesar 4 miliar rupiah yang dihimpun dari berbagai kalangan masyarakat yang dikumpulkan melalui suatu rekening.

Kami berkesempatan mengunjungi Annai Velangkani dan mencari tahu lebih dalam akan sejarah dan latar belakang pembangunannya. Kami merasa bahwa rumah doa ini lebih menyajikan suasana kuil Hindu daripada rumah doa umat Katolik. “Pastor James lah yang membawa unsur Hindu ke dalam bangunan ini karena dia juga berasal dari India,” terang Suster Sebastianna seorang suster yang bertugas saat itu. Nama Annai Velangkanni berasal dari nama satu desa di India tempat sering terjadi penampakan Bunda Maria, salah satunnya adalah kesembuhan yang dialami oleh seorang anak mengalami kelumpuhan namun ketika Bunda Maria menampakkan dirinya di hadapan anak itu, seketika ia mampu berjalan. Memang… sulit dipercaya ketika kami para remaja mengandalkan rasio kami tanpa melihat suatu hal melalui kacamata iman.

Suatu hal yang menarik untuk ditelusuri ketika mendapati suatu hal yang terlihat berlawanan dengan kebiasaan yang ada. Annai Velangkanni menyimpan berbagai makna dan filosofi-filosofi dalam setiap detail arsitekturnya. Perpaduan budaya batak toba dengan batak karo mengawali langkah kami menuju rumah doa. Disamping graha, kami melihat adanya kapel maria yang sedang direnovasi, suatu kesempatan langka dapat melihat proses pembangunan kapel ini yang terlihat cukup rumit. Koin-koin di dalam kolam menarik perhatian kami, setelah ditelusuri rupanya hanya keyakinan para pengunjung bahwa dengan melempar koin, berkah akan turun. Sungguh suatu perspektif unik yang cenderung irasional. Namun, masyarakat masih tetap mempercayainya.

Langkah kami berlanjut kedalam aula. Pandangan kami tertuju pada patung Bunda Maria dan Paus Paulus Yohanes II yang berada di bagian depan aula, berdiri kokoh seakan-akan sedang mendengar para pendoa. Patung Bunda Maria menyambut kedatangan kami,yang terletak di lantai dasar menimbulkan pertanyaan, mengapa Maria berbusana India. “Jika ia menampakkan diri di Jepang, maka dia akan memakai baju ciri khas Jepang selain itu penampakan Bunda Maria di negara india juga dilambangkan dengan pakaian khas kemegahan India,” tutur suster Sebastiana menjawab pertanyaan seorang pemuda. Herannya banyak juga orang non-kristiani yang berkunjung ke tempat tersebut. Jelas terlihat bahwa graha ini mencerminkan multi kultur.

Tak berhenti sampai disitu, kemegahan dua tangga besar yang indah dihiasi kata-kata suci dari berbagai bahasa mengiringi langkah kami ke dalam gereja.Sungguh diluar dugaan, bak memasuki gedung di kota Roma, setiap inci dari ruangan mengundang decak kagum. Sungguh luar biasa ketika pemikiran-pemikiran artistik dituangkan ke dalam sebuah objek rohani. Langit-langit,lantai, dinding penuh dengan ukiran-ukiran indah malaikat dan gambaran sorgawi. Setiap bagian yang dibangun memiliki arti tersendiri, jendela yang menggambarkan jalan salib, langit-langit yang menjelaskan tujuh sakramen dalam Katolik dan patung-patung rasul berdiri tegak mengawal jalannya ibadah. Lukisan perjamuan kudus “gaya asia” dengan para rasul duduk bersilang di perjamuan kudus menghiasi bagian altar yang biasa dipakai saat perjamuan kudus.

“Arsitekturnya sangat unik dan melalui datang kemari kita dapat mengalami karunia Tuhan,banyak keajaiban-keajaiban kuasa Tuhan yang bisa di dapatkan di sini,” jelas seorang pengunjung yang kami wawancarai. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa dapat menelusuri Graha Maria Annai Velangkanni lebih dalam karena keunikan arsitekturnya yang luar biasa indah. Lebih daripada itu, Graha Maria Anna Velangkanni mampu meninggalkan pengalaman rohani yang mendalam bagi setiap pengunjungnya.

*Artikel pernah dimuat di majalah Lentera News [http://majalahlentera.com]
oleh: Jonathan Kevin, Delfrita, dan Vieri [alumnus SMA Budi Murni II Medan]

* Foto: Dok. Graha Maria Annai Velangkanni

Advertisements

2 thoughts on “Graha Maria Annai Velangkanni: Rumah Doa Sarat Makna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s