Josh dan Natal

Sebuah wine hadir menghangatkan malam natal 24 Desember 2016 di sebuah apartmen milik Josh di Perancis. Apartment berkelas bintang tiga itu dipenuhi ornamen gabah – gabah hasil tangan Josh sendiri, yang membawanya pada ingatan setahun lalu.

***

25 Desember 2015 dilingkari merah, semerah hati Carla yang menghangat karena cinta Josh. Suhu ac dipasang hingga lima derajat. “Agar kamu terbiasa nanti jika di Perancis pada malam natal” kata Josh sambil nyengir dan pura – pura tidak melihat Carla yang menggerutu karena kedinginan.

Mereka mengundang beberapa kerabat untuk merayakan Natal bersama. Dengan tema Christmast White mereka berpakaian ala eropa di musim dingin. Senda gurau mengalir begitu saja. Seorang sahabat pun melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat semuanya hening. “Kapan kamu dan Josh akan menikah Car?” Carla hanya memainkan bola matanya dan menatap pada Josh.

Josh tidak menjawab atau tersenyum, dia justru sibuk merogoh kantong celananya dan menemukan sebuah kotak kecil berwarna merah marun. Dia berlutut di hadapan Carla dengan disaksikan oleh kerabat mereka. “Carla Agnesiana, will You merry Me?” sambil membuka kotak cincin itu, Josh memegang tangan kiri Carla dan menunggu jawaban.

Carla yang tidak sanggup mengatakan apapun dia menangis hingga akhirnya mampu berkata “Yeah Josh”. Saat itu juga Josh memasangkan cincin di jari manis Carla lalu memeluknya. Terjadi kehangatan yang begitu indah bagi mereka kala itu.

***

Kenangan tidak pernah bisa dibawa kembali memutari hidup, jika lima bulan lalu Josh tidak pergi dari kehidupan Carla karena sebuah amarah. Saat ini, mereka sudah berada di tempat yang sama menikmati malam Natal ketiga mereka.

Baik Josh ataupun Carla tidak pernah memberikan hati mereka untuk berbicara tentang satu dan yang lainnya. Josh hanya bisa mengamati gabah – gabah yang mirip dengan ornamen tahun lalu sambil meneguk wine di mini barnya. Di sebelah botol wine terletak sebuah surat dari Indonesia. Tertulis jelas disana “Undangan Carla Agnesia & Wido Wibowo, 15 Januari 2017 ”

 

Renungan :

Flash fiction ini membawa kita pada sebuah perenungan, bahwa adakalanya amarah akan membawa kita pada penyesalan. Jadilah sebuah kenangan yang indah hanya akan menjadi kenangan yang tidak berujung bahagia.

Kita sering kali pergi dan meninggalkan lawan bicara kita, ketika marah atau membentak lawan bicara kita. Tanpa mau mendengarkan isi hati kita masing – masing. So guys, sudahkah kita belajar mendengarkan orang lain hari ini?

Semoga hari kita menjadi lebih bermakna dengan mau mendengarkan. Tuhan Yesus memberkati.

Salam.

Helvetia | 18 Juni 2016

Sumber gambar; www.chobirdokan.com
Sumber gambar; http://www.chobirdokan.com
Advertisements

5 thoughts on “Josh dan Natal

  1. Hi there
    Would you like to easily see a birds eye view of what your current and past customers think about you? Do you know what people are saying about you? Whether its hurting or helping your business?
    My name is Paul, the Outreach Director of Five Star Fast Lane, and for the price of, well, nothing –I would like to provide you with a full detailed report on your current business standings. As a bonus, our report scanner will report back with any inaccuracies about your business that are out there potentially causing you loss of revenue and customers.
    There is no obligation or a catch, the report is yours to use as you see fit. Feel free to make use of it at http://www.fivestarfastlane.info
    Regards
    Paul
    Five Star Fast Lane
    PS – If you want to discuss the results we are available via live chat daily on the site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s