Menyangkal Diri

Minggu, 19 Juni 2016 |Hari Minggu Biasa XII

Menyangkal Diri

RenunganKatolik.com – Di dunia ini tak seorangpun ingin hidup menderita. Adalah manusiawi semua orang ingin hidup berkelimpahan. Sebagaimana pernah terlontar dalam satu kelakar: “Muda foya-foya, Tua kaya raya, Mati masuk surga” Hayoo..! Enak sekali, bukan? Seandainya saja Tuhan menawarkan hidup seperti itu?

Jika membaca ajaran Yesus tentang penyangkalan diri, bisa sedikit saya aplikasikan dengan kehidupan orang tua saya. Mengapa? Di sini saya bermaksud bercerita bagaimana orang tua saya sering tidak membeli atau makan yang mereka suka demi saya dan adik-adik.

Sering sekali uang panen dari hasil panen di ladang, terpakai habis untuk kami anak-anaknya. Sehingga orangtua saya sering kehabisan uang. Oops… Saya tahu penyangkalan diri yang dimaksud Yesus tidak hanya sebatas pengalaman orangtua saya tadi. Hehehe.

 

Ketika seseorang berurusan dengan uang, orang itu akan kehilangan hubungan dengan Allah

Bunda Teresa

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I : Za 12:10-11 ; 13:1

“Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.

“Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.

 

Mazmur :  Mzm. 63:2abcd,2e-4,5-6,8-9

 

Bacaan II : Gal 3:26-29

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

 

Bacaan Injil : Luk 9:18-24             

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”

Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”

Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Advertisements

One thought on “Menyangkal Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s