Tuhan Yang Mencukupkan

Sabtu, 18 Juni 2016 | Hari Biasa

Tuhan Yang Mencukupkan

RenunganKatolik.com – Sebelum memutuskan untuk menikah, saya dan (calon) Suami sering saling sharing tentang beberapa hal. Semisal sifat, hal yang disukai dan tidak disukai, pengalaman masa lalu, kebiasaan di keluarga, juga penghasilan (gaji).

Saya teringat, ketika kali pertama pria (yang kini menjadi suami saya) mengatakan jumlah penghasilannya, menimbulkan rasa khawatir. Dengan gaji yang cukup rendah, bagaimana kelak perekonomian keluarga kami bisa ditopang?

Saya hanya diam saja saat itu. Dalam benak hati pun terbersit niat untuk menunda saja rencana pernikahan. Setidaknya hingga kami memiliki penghasilan yang lebih baik. Namun, suami saya, kala itu, tidak setuju.

Ketika saya mengutarakan kecemasan itu pada orangtua, mereka meyakinkan bahwa saya harus percaya akan pemeliharaan Tuhan. Kita harus menyerahkan segala rencana dan karya kita kepada Allah, ucap mereka.

Dorongan positif tersebut menumbuhkan kepercayaan diri saya untuk menikah. Nyatanya, Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan keluarga kami. Bahkan, tak jarang Allah mencurahkan rezeki yang tak terduga. How great!

 

“Saya tidak tahu bagaimana surga itu, namun saya tahu bahwa ketika kita meninggal dan tiba waktunya Tuhan untuk mengadili kita, beliau tidak akan bertanya, berapa banyak kebaikan yang telah engkau lakukan dalam kehidupanmu?, malahan beliau akan bertanya, berapa banyak kasih yang engkau beri pada sesuatu yang engkau kerjakan?”

Bunda Teresa

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I: 2Taw 24:17-25

Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.

Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.

Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!”

Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.

Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!”

Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.

Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.

Ketika mereka pergi dari padanya, ?mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat?pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

 

Mazmur:  Mzm. 89:4-5,29-30,31-32,33-34

 

Bacaan Injil: Mat 6:24-34

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s