Membangun Tembok Mangkuk

Jumat, 17 Juni 2016 | Hari Biasa

Membangun Tembok Mangkuk

Renungan-Katolik.com – Seorang perampok bertualang ke satu kampung jauh dari tempat kediamannya. Di desa tersebut dia pun lekas bergaul dengan beberapa rakyat jelata. Setelah beberapa hari pura-pura berkeliling, dia lalu menghasut teman-teman barunya untuk merampok rumah besar di kampung itu.

Ketika mengetahui rumah yang dimaksud si perampok, orang-orang setempat itu meledak marah. Bahkan mengancam si perampok jangan pernah sekalipun bertindak jahat kepada keluarga pemilik rumah besar itu.

Dengan rasa heran, si perampok itu bertanya:”Kenapa kalian begitu semangat melindungi rumah dan keluarga pemiliknya?” Lalu satu dari mereka menjawab: “Mereka keluarga yang baik. Setiap bulan mereka sering berbagi hasil panennya kepada kami untuk dimakan. Juga setiap tahun kami mendapat sumbangan uang dan obat.”

Barulah si perampok tersebut mengerti. Niat jahatnya tak berhasil dilaksanakan bukan sebab si keluarga memiliki pengamanan yang hebat. Namun lebih dari itu, si pemilik rumah lebih memilih untuk membangun tembok mangkuk. Yakni, jiwa dermawan yang ikhlas berbagi alih-alih menumpuk hartanya sendiri.

Renungan dari bacaan pertama hari ini menampilkan sosok Atalya, ibu Ahazia, yang haus kekuasaan sebagai penguasa kerajaan Israel. Sang Ratu, bahkan, membunuh seluruh keturunan raja. Kecuali Yoas yang luput setelah diselamatkan Yoseba, anak perempuan Raja Yoram. Namun, pada akhirnya, Atalya mati dibunuh oleh pedang pasukan perang. Dia mati tanpa membawa apa pun dari kekuasaannya.

Sungguh tepat kiranya nasihat Yesus agar mengumpulkan harta di sorga. Bahkan bagi kita di masa kini. Di mana kita kerap menyaksikan sendiri para penguasa korup yang akhirnya jatuh dalam hukuman. Nats Injil hari ini juga menegaskan betapa sia-sianya harta dunia bila upah di sorga menjadi tiada.

 

Hidup kita adalah sebagai kemiskinan diperlukan karena pekerjaan itu sendiri. Hanya di surga kita akan melihat berapa banyak kita berhutang kepada orang miskin untuk membantu kita untuk mengasihi Tuhan dengan lebih baik karena mereka.

Bunda Teresa

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: 2Raj. 11:1-4,9-18,20

Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.

Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.

Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.

Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka.

Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada.

Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN.

Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.

Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: “Hiduplah raja!”

Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.

Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: “Khianat, khianat!”

Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: “Bawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!” Sebab tadinya imam itu telah berkata: “Janganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!”

Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ.

Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat.

Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN.

Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.

 

Mazmur Tanggapan:  Mzm. 132:11,12,13-14,17-18

 

Bacaan Injil: Mat 6:19-23

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s