Apakah Saya Tidak Tahu Cara Berdoa Katolik? (2)

Sumber: http://saintlukekorlebu.com/images/prayer.jpg

Renungan-Katolik.com – Dalam tulisan pertama, telah dipaparkan bahwa tindak berdoa bersama telah jamak ditemui dalam komunitas-komunitas umat beriman: berdoa bersama anggota keluarga, berdoa bersama umat lingkungan, berdoa bersama anggota komunitas kategorial, berdoa bersama dalam komunitas hidup bakti, dan berdoa bersama siswasiswi atau mahasiswa-mahasiswi di kelas.

Namun, kerap muncul ganjalan kurangnya pemahaman cara berdoa yang baik. Utamanya, seturut tradisi Gereja Katolik. Dalam tulisan kedua (yang juga terakhir) ini, saya lanjutkan penjelasan tentang tata cara doa menurut tradisi Gereja Katolik tersebut.

 

Kedua: Kita Mengenangkan Karya Allah [Anamnesis]

Dan setelah menyapa dan menyembah Allah karena berkat-Nya, kemudian manusia mengenangkan karya Allah dengan pujian. Dalam pujian ini, secara langsung manusia mengakui Allah dan mengagumkan diri Allah sendiri. Manusia memberikan hormat kepada Allah, bukan hanya karena misteri karya-karya Allah, akan tetapi sebab Allah hadir dan sebab Allah baik. Melalui pujian manusia ikut mengambil bagian dalam karya Allah dan mencintai Allah dalam iman, sebelum ia memandang Allah dalam kemuliaan-Nya. Melalui pujian pula, Roh Allah bersatu dengan roh manusia, dan bersaksi bahwa manusia adalah anak-anak Allah (Rm 8:16). Roh Allah member kesaksian tentang Kristus, dan di dalam Kristus manusia menjadi anak-anak Allah dan melalui Kristus manusia memuliakan Bapa.

 

Ketiga: Kita Memohon kepada Allah [Epiklesis]

Manusia beriman percaya bahwa karya Allah itu berlangsung terusmenerus dalam hidupnya, maka pada bagian permohonan ia memohon kepada Allah, ia memanggil Roh Allah supaya terus bekerja bagi Gereja saat sekarang ini.

Maka dalam permohonan ini terungkap kesadaran akan hubungan manusia yang intim dengan Allah. Yaitu, manusia adalah makhluk ciptaanNya, maka manusia tidak punya asal-usul sendiri, tidak bertuan atas keberadaan diri sendiri, dan dirinya bukanlah yang menjadi tujuan yang terakhir. Allah adalah asal-mula, arah, dan tujuan hidup manusia.

Kecenderungan diri manusia adalah berdosa dan selalu berpaling dari Allah dan kehendak-Nya. Karena itu, permohonan merupakan langkah manusia berbalik kepada Allah dan meminta pengampunan Allah. Itulah ujud permohonan yang utama.

Gereja meniru permohonan pengampunan Allah itu (misalnya) dari doa pemungut cukai: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Luk 18:13). Kerendahan hati yang penuh kepercayaan ini, menempatkan kembali manusia dalam terang persekutuan bersama Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus, dan akhirnya persekutuan antara manusia (1Yoh 1:7-2:2), apapun yang Gereja minta akan memperoleh dari-Nya (1 Yoh 3:22).

Kemudian Yesus mengajarkan bahwa pusat permohonan kita ialah kerinduan akan Allah dan pencarian Kerajaan Allah (Mat 6:10.33; Luk 11:213). Maka pertama-tama Gereja memohon datangnya Kerajaan Allah, kemudian memohon segala sesuatu yang Gereja butuhkan untuk menerima-Nya dan untuk turut bekerja demi kedatangan-Nya. Keikutsertaan dalam perutusan Kristus dan Roh Kudus adalah perutusan Gereja sebagai pokok permohonan umat apostolik (Kis 6:6; 13:3).

Dengan demikian, setiap orang yang dibaptis ikut bekerja demi datangnya Kerajaan Allah. Sehingga anggota Gereja yang mengambil bagian dalam cintakasih Allah yang menyelamatkan itu, terbukti melalui cara ia mendoakan setiap kebutuhan yang merupakan pokok permohonan bersama. Namun setiap pendoa “tidak memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:4), bahkan iaberdoa bagi mereka yang berbuat jahat terhadapnya (1 Yoh 2:1; 1 Tim 2:5-8). Sebagai murid Yesus harus saling mendoakan dengan tekun (Kis 7:60; Luk 23:28.34) supaya ikut ambil bagian dalam pelayanan Injil (Ef 6:18-20; Kol 4:3-4; 1 Tes 5:25).

 

Keempat: Mengakhiri dengan Konklusi Trinitaris [Doksologi]

Bagian penutup dari doa Gereja berisikan, pujian kepada Allah Bapa, dengan pengantaraan Yesus KristusPutera-Nya, dan dalam persatuan dengan Roh Kudus, dengan seruan aklamasi segenap umat: “Amin”. Seharusnya Gereja selalu mengakhiri atau menutup doa-doanya dengan rumusan konklusi trinitaris yang tepat seturut kebenaran iman seperti itu.

Terdapat dua rumusan untuk mengakhiri suatu doa yang diarahkan atau ditujukan kepada Allah Bapa. Pertama, doa diakhiri dengan ucapan: “….Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa”. Umat menanggapi dengan menyerukan aklamasi: “Amin”. Kedua, doa yang diakhiri dengan ucapan: “….Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa”, lalu umat menyetujui dengan menyerukan aklamasi “Amin”.

Dan ada pula rumusan untuk mengakhiri doa yang diarahkan atau dialamatkan kepada Yesus Kristus, Putera Allah. Rumusannya adalah: “…. Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami, yang bersama dengan Bapa, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa,” umat menyetujui dengan menyerukan: “Amin”.

Catatan PENTING yang harus diperhatikan oleh para pemimpin liturgi atau pemimpin doa (imam dan awam) ialah kebiasaan mengakhiri doa-doa dengan rumusan: “Demi Yesus Kristus, Tuhan kami” atau “Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami”. Kedua rumusan itu merupakan rumusan yang tidak tepat seturut kebenaran iman (ajaran teologi) Gereja Katolik. Gereja tidak berdoa “demi” Yesus Kristus, seakan-akan Gereja berdoa “untuk Kristus” atau berdoa “atas namaKristus.” Maksudnya, dalam doa Gereja tidak mendoakan Kristus (untuk) atau mewakili Kristus (atas nama). Namun sebenarnya atau sesungguhnya adalah Gereja berdoa “melalui Kristus”. Kristus adalah Mediator, Sang Pengantara doa Gereja kepada Allah Bapa: Per Dominum nostrum Iesum Christum Filiumtuum (Latin).

Sumber: osc.or.id
Sumber: osc.or.id

Penulis: RP Faustinus Sirken, OSC | tinus_sirken@yahoo.com

Advertisements

One thought on “Apakah Saya Tidak Tahu Cara Berdoa Katolik? (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s