Janganlah Dibunuh Oleh Amarah dan Dengki

Senin, 13 Juni 2016 | Pesta St. Antonius dr Padua

Janganlah Dibunuh Oleh Amarah dan Dengki

Renungan-Katolik.com – Seorang petani kaya memiliki satu gudang besar untuk menyimpan hasil panennya setiap tahun. Namun, tidak seperti sejawatnya, si petani kaya tersebut malas merapihkan peralatan kerja serta hasil panen di gudang-nya.

Satu hari, seekor ular berbisa menyusup masuk ke dalam gudang tersebut. Dalam keremangan cahaya, ular itu tersayat gergaji milik si petani. Akibat terluka, ular tadi lalu secara spontan mematuk gergaji tajam. Malah, mulut ular itu pun ikut berdarah.

Dengan amarah meluap-luap, ular itu lalu secara beringas melilit gergaji sekuat tenaga, dan kembali dia mematuk mata gergaji. Bisa dipastikan, pada akhirnya ular itu pun mati terpenggal-penggal.

Sabda Allah dalam bacaan hari ini melahirkan permenungan bagaimana amarah dan dengki menghasilkan kehancuran.  Ahab dan istrinya, Izebel, merancang muslihat licik untuk membunuh Nabot. Niat jahat ini hanya demi memperoleh kebun anggurnya. Harta duniawi yang tak abadi, dan tak bisa dibawa ke liang kubur.

Bagaimana bila kita sendiri yang menjadi korban atas tindak jahat insan lain kepada kita? Yesus menegaskan hukum kasih-Nya yang tulus: “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Bukan hal yang mudah bagi kita. Tetapi Yesus sendiri mendoakan para penyiksa yang menyalibkan Dia. Kiranya teladan tersebut menjadi ilham untuk selalu tulus dan pasrah mengakui bahwa kita tak mampu tanpa pertolongan-Nya.

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I: 1Raj 21:1-16

Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.

Berkatalah Ahab kepada Nabot: “Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang.”

Jawab Nabot kepada Ahab: “Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!”

Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: “Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku.” Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.

Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: “Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?”

Lalu jawabnya kepadanya: “Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu.”

Kata Izebel, isterinya, kepadanya: “Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.”

Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.

Dalam surat itu ditulisnya demikian: “Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.

Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati.”

Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka.

Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat.

Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: “Nabot telah mengutuk Allah dan raja.” Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati.

Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: “Nabot sudah dilempari sampai mati.”

Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: “Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati.”

Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

 

Mazmur: Mzm. 5:2-3,5-6,7

 

Bacaan Injil: Mat 5:38-42

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

 

Sumber tambahan: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Advertisements

One thought on “Janganlah Dibunuh Oleh Amarah dan Dengki

  1. Simply wish to say your article is as amazing. The clearness on your publish is just excellent and i can assume you are a prnafssiooel in this subject. Well along with your permission allow me to take hold of your RSS feed to keep updated with imminent post. Thank you a million and please continue the rewarding work.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s