Doa Bapa Kami Versi Gereja Katolik

 

Renungan-Katolik.com – Doa Bapa Kami atau dalam kata  latin pertama sebagai  Pater Noster, adalah doa yang dikenal dalam agama Kristen. Menurut perjanjian baru, doa ini diajarkan oleh yesus kristus kepada para murid-Nya sebagai pedoman dalam berdoa.

Doa ini diambil dari kitab Injil Matius (Matius 6:9-13), yang muncul sebagai bagian dari Khotbah di Bukit. Sebuah doa yang mirip ada pula di kitab Injil Lukas (Lukas 11:2-4). Dalam pengajaran-Nya, Yesus menasihatkan dua hal penting sehubungan dengan doa tersebut. Pertama, Ia menasihati para murid-Nya, agar mereka “jangan berdoa seperti orang munafik”, yang suka memamerkan doanya di hadapan orang banyak. Kedua, Yesus menasihati para murid-Nya, supaya dalam berdoa, mereka “jangan bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah”.

Bapa kami yang ada di surga Para murid diajar mengarahkan diri dan berseru kepada Bapa mereka satu-satunya (Mat 23:9). Dengan menyebut Allah sebagai Bapa, Abba, Yesus mau menunjukkan adanya hubungan yang amat dekat, akrab, dan khas antara diri-Nya dan Allah. Sapaan seperti ini biasanya digunakan oleh seorang anak yang menaruh kepercayaan penuh kepada bapaknya.

“yang ada di surga“, menunjukkan tempat tinggal Allah, merupakan ungkapan dalam bahasa Semit yang dipakai untuk menegaskan bahwa Allah menguasai seluruh jagat raya (= di surga) dan sekaligus dekat dengan manusia, mengasihinya dengan cinta-Nya sebagai Bapa.

dimuliakanlah nama-Mu Dalam bahasa Kitab Suci, nama Allah sama dengan diri Allah sendiri, sejauh dinyatakan kepada manusia. Allah adalah Yang Mahakudus. Ia lain dan berada di atas segala sesuatu. Manusia mampu mengakui, memuliakan, dan menyediakan tempat tertinggi bagi-Nya dalam segala sesuatu.

“datanglah Kerajaan-Mu“. Datangnya Kerajaan Allah, yang adalah kerajaan “kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus” (Rm 14:17) tidak dapat dijamin oleh siapa pun kecuali oleh Allah sendiri. Campur tangan dan tindakan Allah yang menyelamatkan dalam rangka datangnya Kerajaan itulah yang dimohonkan dengan doa “dimuliakanlah nama-Mu”. Hanya Allah sendiri yang dapat memuliakan atau menguduskan nama-Nya.

“Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga”. Dalam doa Yesus di taman Getsemani, setelah melalui pergumulan batin yang amat hebat, Ia akh

irnya berkata, ” … bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22:42). Doa ini tidak mengungkapkan sikap Yesus yang sudah tidak melihat kemungkinan lain kecuali menyerah. Yang diungkapkan dalam doa itu adalah harapan agar Allah bertindak sehingga rencana penyelamatan-Nya terlaksana secara sempurna.

“Berilah kami rezeki pada hari ini“. Yesus mengundang para murid agar memohon apa saja yang mereka perlukan, dengan keyakinan bahwa Allah menyelenggarakan hidup mereka sebagaimana dulu Ia telah menyelenggarakan kehidupan umat-Nya. Dengan doa ini manusia mengakui bahwa hidup seluruhnya tergantung pada Tuhan. Makanan atau rezeki harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni lambang telah datangnya Kerajaan Allah.

“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami“. Dalam pengertian yang lazim pada zaman Yesus, utang adalah masalah yang besar dalam tata hukum maupun perdagangan. Utang dapat menyebabkan orang kehilangan kemerdekaannya (bdk. Mat 18:23-25). Kata ini dipakai untuk menggambarkan keadaan manusia di hadapan Allah: manusia adalah pengutang yang tidak dapat membebaskan diri dari utangnya. Dengan demikian, kata itu dengan amat baik menyatakan keadaan manusia yang berdosa.

Jangan masukkan kami dalam pencobaan“. Yang dimaksudkan dengan pencobaan di sini adalah pencobaab setan yang selalu berusaha membinasakan manusia.Manusia meminta kepada Allah agar membebaskan mereka dari cobaan yang sedemikian rupa sehingga ada risiko mereka tidak dapat bertahan.

“Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat“. Yang dimaksudkan dengan “yang jahat” pertamatama adalah kekuasaan jahat. Kekuasaan jahat itu sama dengan setan yang mencobai murid Yesus. Pencobaan seperti itu pernah dialami juga oleh Yesus sendiri (bdk. Mat 4:3; 1Tes 3:5). Dalam Injil dapat dilihat bahwa Yesus menggambarkan karya-Nya sebagai perjuangan memenangkan rencana Allah berhadapan dengan kekuatan satani.

 

Sumber: Facebook.com
Sumber: Facebook.com

Ditulis oleh: Albertus Hera Kwuta, S.Ag | Guru Agama Katolik di SMA St. Thomas 1 Medan | email: albertuskwuta@gmail.com

REFERENSI: 1. Daia, Willem., Rosario Sejarah dan Mistik Kuasanya, Yayasan Pustaka Nusantara, 2000 | 2. Daia, Willem., Misteri Cahaya membaharui Rosario  ddi Milenium III, Yayasan Pustaka Nusantara, 2004

Advertisements

One thought on “Doa Bapa Kami Versi Gereja Katolik

  1. Hi my name is Natalie and I just wanted to drop you a quick note here instead of calling you. I discovered your Doa Bapa Kami Versi Gereja Katolik – Renungan-Katolik.com page and noticed you could have a lot more hits. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your website topic. There is a company that you can get keyword targeted traffic from and they let you try the service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my website.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s