Pertolongan Tuhan Itu Unik

Sabtu, 11 Juni 2016 | Peringatan Wajib St. Barnabas, Rasul

 

Pertolongan Tuhan Itu Unik

Renungan-Katolik.com – Dalam permenungan hari ini, saya teringat akan acara perkumpulan doa ibu – ibu di lingkungan. Saat itu saya masih kuliah tingkat II. Setelah acara doa selesai, seperti biasa, para ibu – ibu berbagi pengalaman iman. Saat itu seorang ibu bercerita bagaimana ia dirawat saat ia dan suaminya berwisata ke Malaysia. Namun tanpa diduga, si ibu mengalami pendarahan yang begitu parah. Dengan kondisi keuangan yang pas pasan, mereka mendatangi rumah sakit di negeri Jiran itu. Mereka pun panik, bagaimana nanti uang muka untuk perawatan. Mereka bukan karena berkelebihan sehingga jalan jalan ke Malaysia. Namun, karena ingin berwisata bersama di masa tua, sehingga memesan tiket murah dan paket wisata murah.

Namun pertolongan Tuhan itu unik. Dirumah sakit, saat mendatangi bagian adminstrasi, si Ibu dan suami bertemu sepasang suami istri asal Indonesia yang sedang check up ke rumah sakit tersebut. Mereka bertutur sapa, dan berkenalan. Si Ibu dan suaminya pun mengatakan kejadian yang sebenarnya. Tanpa banyak tanya, pasangan suami istri yang dari Indonesia tadi langsung berkata untuk tidak perlu khawatir. Karena mereka akan mendahulukan biaya perobatan Ibu itu. Nanti kalau sudah kembali ke Medan, baru mereka bayar kapan uangnya sudah ada.

Yesus juga dalam injil hari ini mengutus para rasulnya untuk tidak membawa bekal apapun dalam perutusannya. Ada yang ingin diumbuhkan Yesus dalam pribadi rasul pada saat itu. Yesus mengajarkan bagaimana agar para rasul tetap yakin, bahwa jika mereka berbuat baik sesuai perintah Allah, pasti ada orang orang baik yang akan memberi mereka tumpangan dan makanan yang cukup. Lawatan Tuhan ada dimana mana dan dalam kondisi apapun. Berkat Tuhan tersedia dimana mana. Dan Tuhan Allah kita tidak pernah mempersulit kita untuk menikmati berkatNya. Hanya saja, sudahkah kita membuka hati kita untuk menerima semua berkat itu? Sudah kah kita melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan?

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I : Kis. 11:21b-26; 13:1-3

Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

 

Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6

 

Bacaan Injil : Mat. 10:7-13

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

 

Rujukan tambahan: imankatolik.or.id | ziarah batin 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s