Resensi Buku : “Air Mata Berbunga”

 

Renungan-Katolik.com – Saya sempat iseng menjuluki Sr. Angela Siallagan, FCJM dan Sry Lestari Samosir, S.Pd sebagai ‘cerpenis’ dalam satu Sapaan Redaksi di majalah Lentera News (www.majalahlentera.com). Ide usil memberi gelar itu disebabkan kehadiran mereka di Lentera News seperti pengisi istimewa di kolom cerpen. Bila dibuat pengandaian, mungkin seperti Lionel Messi di Barcelona atau Tony Stark di serial Iron Man. Dan astaga! Saya dibuat kagum dengan kolaborasi kedua srikandi ini dalam wujud buku kumpulan cerita pendek refleksi berjudul “Air Mata Berbunga”.

Buku tersebut hadir sekira dua hari setelah saya menerima gaji bulanan. Jadi, bisa dipastikan, saya dalam kondisi yang sangat bahagia dan sentimentil. Yakni saya, seperti judul bukunya, menitikkan air mata haru dan kesal. Terharu karena bisa mengenal karib kedua penulis dalam hidup ini. Serta kesal karena saya yang telah lama tunggang-langgang dalam dunia menulis (berita, -red) belum jua menulis satu buku pun.

Saya mendapati beberapa cerpen dalam buku ini pernah dimuat dalam Lentera dan majalah Keuskupan Agung Medan, Menjemaat. Kali pertama membaca karya Sr. Angel dan Lestari, kerap terbersit di benak hati amat disayangkan jika gagasan dan ilham dalam cerita ini hanya sebatas kalangan pembaca kedua media tersebut. Buku ini menjawab kegelisahan dan doa-doa saya.

Bahwasanya menabur gagasan dan ilham renungan kerohanian di tengah arus zaman yang individualis adalah pekerjaan di sudut sunyi. Sehingga pendekatan melalui cerita/ sastra memang bijak ditempuh. Moyang kita sedari dulu telah melakukannya untuk mengajarkan moral melalui dongeng. Jika di masa lampau dalam bentuk lisan, maka layaklah Sr. Angel dan Lestari kembali menghadirkan moral itu dalam bentuk tulisan.

Perjuangan mempertahankan kesetiaan cinta, sebagaimana dalam cerita “Air Mata Berbunga”, adalah satu hal yang paling mengemuka. Ataupun meresapi kembali kasih Ibu dalam cerpen “Bahagiaku Seiring Doa Mama”. Sehingga pas lah jika kedua penulis menyampaikan bahwasanya misi yang tersirat dalam menulis cerpen reflektif ialah untuk berbagi rasa, berbagi cerita, dan mendewasakan iman bersama.

Jika diberi ruang untuk memberi masukan, saya menilai cerpen ini akan lebih kuat daya magisnya dengan memberikan ilustrasi/ lukisan di setiap cerita. Guna pembaca menjadi semakin hanyut dalam cerita-cerita yang dituturkan dengan bahasa puitis ini.

Meskipun begitu, untaian sastra dalam buku kumpulan cerpen sungguh layak menjadi sahabat baca harian. Dengannya kita dapat menggali kembali nilai-nilai kasih yang semakin jarang terucap serta dilakukan. Terutama di ranah media sosial yang semakin ramai dengan tipu, curiga dan hujat. Buku ini — yang sulit dipadankan dengan frase paling indah — merupakan penawar atas kegelisahan itu.

Para penulis :

Sr. Angela Siallagan, FCJM
Sr. Angela Siallagan, FCJM
Sry Lestari Samosir
Sry Lestari Samosir
Advertisements

5 thoughts on “Resensi Buku : “Air Mata Berbunga”

  1. Labirin-labirin kehidupan yang dibalut indah dengan benang-benang refleksi mengarahkan pembaca memetik makna dari setiap kisah hidupnya, adalah cerita yang tertuang dalam buku kecil nan sederhana ini.

    Terima kasih untuk Ananta Bangun atas resensinya

    Like

  2. I see you don’t monetize your blog, i’v got idea how to earn some extra money using one simple method, just search in google for:
    money making ideas by Loocijano

    Like

  3. I see you don’t monetize your blog, i know how to earn some extra cash and get more
    visitors using one simple method, just search in google for; How to monetize a
    blog Twardziel advices

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s