Iman Untuk Dibagikan

Kamis, 9 Juni 2016 | Efrem

 

Iman Untuk Dibagikan

Renungan-Katolik.com – Suatu ketika, saya bercerita dengan Ibu Mertua saya. Saya menemaninya memasak. Celotehan demi celotehan ia lontarkan kepada saya. Kami tertawa dan bercanda. Suasana begitu hangat. Saya merasakan sudah mulai dekat dengan beliau. Panjang cerita,dia bercerita bagaimana dulu ia melewati masa sulit saat Bapak Mertua saya menderita sakit stroke. Saat itu ia berjuang sendiri menyekolah anak-anaknya. Mencukupkan biaya dengan uang gaji PNS dari Bapak Mertua dulu.

Bibik juga bercerita bagaimana dia disisihkan sanak saudara. Terlebih saat Bapak Mertua meninggal dunia. Namun semangatnya tidak putus, saat melihat anak-anaknya. Dia percaya bahwa kelak, keberhasilan anak-anaknya akan membawa nama baik. Dan keadaan pun pasti berubah. Dia juga bercerita, bagaimana pihak suami bibik sudah berubah sikapnya sekarang. Terlihat saat pesta penikahanku dengan suamiku. Sudah banyak saudara yang turut dalam acara pesta tersebut. Begitu juga dalam acara pernikahan adik dari suami saya. Saudara begitu sigap membantu segala persiapan.

Bibik mengatakan, itulah hasil dari kesabarannya menahankan hinaan selama ini. Sabar dan percaya akan lawatan Tuhan. Iman kepada Yesus selalu menguatkannya. Dia tunjukkan iman yang begitu kuat, yaitu lewat tidak menyerah dengan keadaan yang sepantasnya pun bibik sudah menyerah.

Yesus mengatakan bahwa jika hidup agama kita tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli ahli taurat dan orang orang farisi, sesungguhnya kita tidak akan masuk kedalam kedaan sorga. Yesus berkata demikian untuk menekankan kepadaa kita, agar kita hidup bukan hanya sok suci dari jubah pernak pernik rohani saja. Namun lebih dari itu, bagaimana kita beriman dan percaya akan lawatanNya kepada kita. Bagaimana kita menarh harapan kedalam tanganNya. Karena Iman tanpa perbuatan adalah sia sia.

 

Shalom

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I : 1Raj. 18:41-46

Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.”

Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali.

Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”

Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

 

Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13

 

Bacaan Injil : Mat. 5:20-26

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

 

Rujukan tambahan: imankatolik.or.id | ziarah batin 2016

Advertisements

2 thoughts on “Iman Untuk Dibagikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s