Kado Ultah buat si Bungsu

Rabu, 8 Juni 2016 | Hari Biasa

Kado Ultah buat si Bungsu

Renungan-Katolik.com – Sebagai anak sulung di keluarga, saya memiliki tanggung jawab yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata. Hehehe. Mengapa saya berkata demikian? Karena secara naluriah, saya selalu merasa bertanggung jawab terhadap adik-adik saya. Saat sebelum bekerja dulu, jika lagi liburan sekolah atau liburan kuliah, saya selalu membeli hadiah kesukaan adik adik. Satu minggu sebelum libur, saya sudah sibuk mencari oleh-oleh (menurut saya) akan menyenangkan hati mereka.

Namun adik saya yang paling bungsu, Vinny Avilla Barus, seperti memiliki tempat khusus di hati saya. Sering sekali permintaanya tidak sanggup saya tolak. Apalagi kalau permintaan di hari ulang tahunnya. Saya selalu punya kewajiban untuk mempersiapkan serangkaian acara ulang tahun, membuat kue ulang tahun, dan baju baru untuk perayaan ulang tahunnya. Kebetulan adik bungsu saya berulang tahun pas di 01 Januari. Jadi perayaan ulang tahunnya, selalu bertepatan pada saat hari raya Tahun Baru Masehi.

Namun, pernah suatu kala adik saya mengeluh. Saat itu dia bersedih karena saya hendak menikah. Dia berkata, kelak saya tidak akan bisa lagi mengabulkan permintaanya. Dengan rasa takut-takut, dia biang ingin saya membelikan laptop untuknya.

Saya juga bersedih saat itu. Ada benarnya juga saya pikir saat itu. Namun dengan yakin saya berkata kepada adik saya, bahwa aku pasti tetap bisa membelikan laptop untuknya. Setelah menikah, pas di hari ulang tahunnya, Vinny menelepon sembari menanyakan apakah ada kado ulang tahun dari saya untuknya. Saya hanya berkata, tenang saja, kalau nanti dia pulang, saya aku dan suami ada kejutan untuknya.

Saat libur semester tiba, di bulan Februari, dia pulang. Vinny pun menagih kado ulang tahun dari saya. Pada saat itu tanpa saya duga, suami saya mengatakan kalau dia akan menghadiahkan laptop miliknya kepada Vinny. Itulah yang menjadi kado ulang tahun kami untuk adi bungsu kami. Kado yang berguna untuk mendukung kuliahnya di Semarang. Padahal saat itu, yang saya tahu, suami saya juga sangat bergantung kapada laptop itu. Tetapi suami saya berkata, bahwa laptop itu untuk adik bungsu kami, dan kami akan mencicil laptop yang baru. Saat itu si adik berkata, ternyata karna menikahlah abang dengan kakak, sehingga dia bisa memiliki laptob saat ini. Dia berterima kasih, sambil meneteskan air mata.

Pembacaan dari injil hari ini bercerita kepada kita, bagaimana Yesus menepis pemikiran buruk bahwa kedatangannya untuk meniadakan hukum taurat. Kenyataannya, Ia datang untuk menggenapi Taurat. Begitu juga dengan kisah Nabi Elia di bacaan pertama, yang bercerita tentang penggenapan janji Allah, bahwa Dialah Tuhan, Dialah Allah.

 

Kita dapat melakukan perjalanan sebanyak yang kita inginkan, kita dapat membangun banyak hal, tapi jika kita tidak mengakui Yesus Kristus, ada sesuatu yang salah. Kita akan menjadi sebuah LSM bukan Gereja, Mempelai Kristus – Paus Fransiskus

Sumber Permenungan:

 

Bacaan I : 1Raj. 18:20-39

Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.

Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.

Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.

Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian!”

Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: “Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.”

Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.

Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.”

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.

Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.

Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: “Engkau akan bernama Israel.”

Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.

Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.

Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!” Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya, sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air.

Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.

Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.”

Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!”

 

Mzm. 16:1-2a,4,5,8,11

 

Bacaan Injil : Mat. 5:17-19

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

 

Rujukan tambahan: imankatolik.or.id | ziarah batin 2016

Advertisements

One thought on “Kado Ultah buat si Bungsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s