Doa Bulang di Penghujung Hidupnya

Minggu, 5 Juni 2016 | Hari Minggu Biasa X

Doa Bulang di Penghujung Hidupnya

Renungan-Katolik.com – Semua orang pasti akan mati, namun belum tentu menjalani hidup benar. Hanya segelintir yang benar benar mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Sebagai umat Kristen, kita percaya bahwa kematian adalah awal kehidupan yang baru.

Bila membicangkan tentang kematian demikian, saya kerap teringat Bulang (kakek). Dia sudah tiada di dunia ini. Namun teladan imannya hingga ini tetap menggugah keluarga kami. Saya semakin tersadar bagaimana ia begitu dekat dengan Allah Bapa, pada saat orang tuaku bercerita apa yang menjadi doa Bulang saat di akhir akhir kehidupannya.

Sebelumnya, Bulang sempat sakit keras sekira seminggu lamanya di satu rumah sakit di Medan. Beberapa hari dirawat di Medan, ia meminta agar anak anaknya membawa ia pulang ke rumahnya di Saran Padang. Dia lebih senang beristrahat di kampung saja.

Keinginannya di turuti oleh anak-anaknya. Sesampainya di kampung kakek langsung melakukan keinginannya. Seperti membersihkan halaman rumah, juga membersihkan foto-foto lama yang sudah berdebu. Pada malam hari anak-anak Bulang melakukan doa bersama di rumah kediaman Bulang. Pada saat acara doa, kakek di persilahkan untuk berdoa.

Dalam doa ia meminta belas kash Allah untuk kesembuhannya, jika memang ia harus tetap hidup. “Namun, jika memang sudah saatnya sudah tiba, saya mohon kiranya Allah lekas memanggilku. Karena saya tidak ingin  membuat susah anak-anak. Juga karena cucu-cucuku semua masih bersekolah,” tutur Bulang dalam doanya.

Dia juga berucap dalam doanya, jika ia ingin meninggalkan berkat sukacita bagi semua anak anaknya dan cucunya. Menurut Bulang, kematian adalah suatu keberuntungan.

Pembacaan dari kisah Nabi Elia, Rasul Paulus dan juga belas kasih Yesus, dari tema kematian pada hari ini, mewariskan pesan Allah bahwa kita memiliki pengharapan untuk ‘dibangkitkan’ setelah kematian. Pengharapan akan tiada bila kita tidak mempercayai Allah, bahwa hidup akan berakhir seusai kematian.  Dari kebangkitan tersebut, kita dapat berole hidup kekal bersama Dia yang telah menciptakan alam semesta.

 

Shalom.

 

Memohonlah kepada Yesus untuk membuat saya tidak bisa menolak apa pun permintaan-Nya, sekecil apa pun. Saya [rasanya] lebih baik mati.

(Bunda Teresa)

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I : 1Raj. 17:17-24

Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.

Kata perempuan itu kepada Elia: “Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?”

Kata Elia kepadanya: “Berikanlah anakmu itu kepadaku.” Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.

Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?”

Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.”

TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.

Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: “Ini anakmu, ia sudah hidup!”

Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: “Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar.”

 

Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b

 

Bacaan II : Gal. 1:11-19

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.

Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

 

Bacaan Injil: Luk. 7:11-17

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”

“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.

Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”

Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”

Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.

Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”

Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”

Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

 

Rujukan tambahan: imankatolik.or.id | ziarah batin 2016

Advertisements

2 thoughts on “Doa Bulang di Penghujung Hidupnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s