Sekeping Receh, Namun Sungguh Bernilai

Sabtu, 4 Juni 2016  | Peringatan Wajib Hati Tersuci SP Maria

Sekeping Receh, Namun Sungguh Bernilai

Renungan-Katolik.com – Pernahkah sahabat mencari satu benda yang sungguh berharga? Bagaimana jika yang tengah dicari itu adalah sekeping receh pula? Tentu menilik nilainya serasa sungguh janggal. Pengalaman ini bermula pada saat Ibu dan saya hendak turut merayakan malam Natal di Stasi St. Laurentius – Desa Saran Padang. Seingat saya masa itu pada tahun 1999.

Sosok seorang janda yang dipuji Yesus dalam bacaan Injil pada hari ini, sedikit banyak mirip dengan kondisi keluarga kami yang terpuruk secara ekonomi. Itulah sebabnya, Ibu mengatakan bahwa kami hanya mampu memberi sekeping receh untuk kolekte. “Hanya ini uang kita yang ada, Nak. Banyak (uang kita) sudah habis untuk beli obat Bapak dan belanja hari ini,” ungkapnya.

Saat diperjalanan, secara tidak sengaja uang itu terjatuh. Spontan Ibu langsung jongkok meraba jalan mencari uang tersebut. Pelan pelan Dia berusaha mencari di mana jatuhnya kepingan receh itu. Dan akhirnya ketemu juga. Kami tersenyum bersama, dan melanjutkan perjalanan menuju gereja. Dalam hati saya sedih, kalut. Mengapa hidup kami sesusah ini. Dan sepertinya Ibu mengetahui isi hati saya. “Jangan khawatir ya, Nak. Meskipun kita tidak punya uang malam ini,” ucapnya. “Pasti Tuhan sudah sediakan uang untuk hari esok. Pasti kami makan juga besok.”

Dalam Injil hari ini, Yesus menyorot tentang perembahan seorang janda. Dia berkata bahwa janda miskin itu telah memberikan semua dari hasil nafkahnya. Sedangkan si orang kaya memberi persembahan dari sedikit kelimpahannya.

Yesus menekankan kepada kita orang percaya, bahwa kita harus memiliki totalitas yang sempurna untuk mengikut Dia. Seperti tertulis Surat Rasul Paulus kepada Timotius, bahwa sebagai orang percaya, kita harus siap memberitakan firman dalam keadaan yang baik atau tidak baik. Kebenaran harus tetap diperjuangkan. Yang salah harus ditegur untuk dibawa sesuai dengan kebenaran.

Shalom

[Evanta]

 

Satu hal yang saya minta dari Anda: jangan pernah takut untuk memberi, tetapi jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikan dimana hal itu sukar bagi Anda 

(Bunda Teresa)

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I : 2Tim. 4:1-8

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

 

Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22

 

Bacaan Injil : Mrk. 12:38-44

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Advertisements

One thought on “Sekeping Receh, Namun Sungguh Bernilai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s